Jet Pribadi Terbakar di Bandara Misrata, Dua Pilot Mabuk Ditangkap

Jet Pribadi Terbakar di Bandara Misrata, Dua Pilot Mabuk Ditangkap

PINDAIINDONESIA.COM — Kejaksaan Libya memerintahkan penangkapan dua pilot yang diduga menerbangkan jet pribadi dalam keadaan mabuk sebelum pesawat keluar dari landasan dan terbakar di Bandara Misrata. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun penyelidik menemukan bukti bahwa kru kokpit berada di bawah pengaruh alkohol saat mengoperasikan pesawat.

Identitas kedua pilot tidak diungkap oleh pihak kejaksaan. Saluran televisi swasta Al-Ahrar melaporkan kapten pesawat merupakan warga negara Jerman, sementara kopilotnya berkebangsaan Turki.

Kronologi Insiden di Landasan Pacu

Jet pribadi tersebut dioperasikan oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Turki. Pesawat keluar dari jalur landasan pacu saat proses pendaratan sebelum akhirnya terbakar.

Seorang pramugari yang juga warga negara Turki berada di dalam pesawat dan menjadi satu-satunya orang lain selain kedua pilot. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Foto-foto yang beredar di dunia maya memperlihatkan seluruh badan pesawat hangus terbakar, kecuali bagian kokpit. Kondisi tersebut menunjukkan api melahap hampir seluruh kabin setelah pesawat berhenti di luar landasan.

Bukti Mabuk dan Ancaman Keselamatan Penerbangan

Penyelidik menemukan bukti bahwa kedua pilot menerbangkan pesawat dalam keadaan mabuk sebelum akhirnya memerintahkan penahanan praperadilan. Temuan itu menjadi dasar utama penetapan status tersangka terhadap keduanya.

Pihak kejaksaan menyatakan para pilot "menimbulkan ancaman nyata" bagi "bandara, para penggunanya, dan keselamatan wilayah udara yang dilintasi pesawat sebelum kecelakaan terjadi".

Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada penumpang di dalam pesawat, tetapi juga pada aktivitas penerbangan di sekitar Bandara Misrata. Wilayah udara yang dilintasi pesawat dinilai berisiko terdampak jika insiden terjadi saat pesawat masih mengudara.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Pihak kejaksaan menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan mencakup prosedur operasi penerbangan yang dijalankan perusahaan pemilik jet.

Penahanan praperadilan terhadap kedua pilot membuka kemungkinan dakwaan lanjutan. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai pasal yang akan dikenakan kepada keduanya.

Otoritas penerbangan sipil Libya belum merilis pernyataan terpisah soal insiden ini. Perhatian kini tertuju pada hasil penyelidikan yang akan menentukan apakah ada pihak lain yang turut bertanggung jawab.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index