JAKARTA - Kue basah dikenal memiliki tekstur lembut dan cita rasa yang khas, namun juga memiliki daya tahan yang relatif singkat.
Karena itu, proses pengemasan tidak bisa dilakukan sembarangan. Baik untuk kebutuhan usaha maupun konsumsi pribadi di rumah, teknik pengemasan yang tepat berperan penting dalam menjaga kualitas, rasa, dan keamanan pangan.
Menjaga kue basah tetap segar dan higienis menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi penjual atau katering yang harus memenuhi pesanan dalam jumlah banyak. Kesalahan dalam pengemasan atau penyimpanan bisa membuat kue cepat rusak, kehilangan cita rasa, atau bahkan berpotensi terkontaminasi. Untuk itu, dibutuhkan trik dan praktik yang tepat agar kue basah tetap lezat dan aman dikonsumsi.
Fransiska Riana Veni Hastari atau lebih akrab dipanggil Veni adalah pemilik katering Resep Mamakid di Yogyakarta yang telah menekuni usaha kue basah sejak Mei 2019. Wanita berusia 36 tahun ini mengikuti pelatihan cake and pastry dari Balai Kota Yogyakarta pada tahun 2020, serta belajar secara otodidak melalui resep-resep di media sosial.
Dari pengalamannya, Veni membagikan berbagai tips pengemasan dan penyimpanan kue basah agar tetap higienis dan cita rasanya terjaga, baik untuk dijual maupun dinikmati di rumah.
Seperti apa cara pengemasan kue basah agar tetap higienis dan terjaga cita rasanya yang benar? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Pastikan Kue Benar-Benar Dingin Sebelum Dikemas
Langkah pertama yang kerap dianggap sepele adalah memastikan kue telah dingin sempurna sebelum masuk ke dalam kemasan. Mengemas kue dalam kondisi masih hangat justru dapat mempercepat proses kerusakan.
Mengemas kue yang masih hangat dapat membuat uap air terperangkap di dalam kemasan, sehingga kue menjadi lembap, cepat rusak, dan berpotensi berjamur. Proses pendinginan ini penting untuk menjaga tekstur kue tetap empuk dan cita rasa tidak berubah.
"Berdasarkan pengalaman kami, yang menyebabkan kue cepat rusak itu salah satunya adalah mengemas kue ketika masih hangat atau panas. Nah uap panas yang ada di dalam kue tersebut bisa terjebak di dalam kemasan sehingga menyebabkan uap air dan menyebabkan kue cepat rusak," Veni menjelaskan dalam wawancara.
Proses ini berlaku untuk semua jenis kue basah, termasuk kue berbahan santan, telur, atau tepung. Biarkan kue berada di suhu ruang hingga panas dari proses memasak benar-benar hilang, sehingga ketika dikemas, kelembapan kue tetap terjaga dan masa simpannya bisa lebih panjang.
Gunakan Wadah Kedap Udara dan Sesuai Ukuran
Selain suhu kue, pemilihan wadah juga menentukan kualitas akhir produk. Wadah yang rapat dan kedap udara sangat penting agar kue basah tidak terkontaminasi oleh debu, serangga, atau udara luar.
Wadah yang pas dengan ukuran kue juga membantu mencegah pergeseran kue selama transportasi, sehingga bentuk dan tekstur kue tetap utuh. Jika wadah terlalu besar, kue bisa bergeser dan rusak. Sebaliknya, jika terlalu sempit, tekstur kue bisa tertekan.
"Untuk menjaga rasa dan tekstur kue dalam pengemasan itu usahakan dikemas secara rapat. Kalau untuk kue-kue yang dibungkus dengan daun pastikan daun tidak sobek atau kue terpapar udara luar," ujar Veni.
Wadah kedap udara juga membantu mempertahankan kelembapan alami kue, terutama pada jenis kue dengan isian basah atau lapisan lembut. Dengan pengemasan yang tepat, kue tetap segar hingga waktu penyajian.
Pisahkan Kue Berdasarkan Jenis dan Karakteristik Bahan
Tidak semua kue basah memiliki daya tahan yang sama. Kue berbahan santan, telur, atau sayuran memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal ketahanan dan risiko kerusakan.
Oleh karena itu, penting untuk memisahkan kue berdasarkan jenis bahan. Kue dengan isian sayur tumis, misalnya, memerlukan perhatian khusus dalam proses pengolahan dan penyimpanannya.
"Ketika kita membuat isian kue-kue basah terutama yang mengandung bahan isian sayur seperti risoles ragout, pastel sayur, atau lumpia sayur, ketika kita menumisnya kurang tanak itu juga bisa menjadi penyebab kue cepat rusak," jelasnya.
Pemisahan ini membantu menentukan jenis wadah yang digunakan, lama penyimpanan, serta prioritas konsumsi. Kue yang lebih rentan rusak bisa dikonsumsi lebih dahulu, sementara yang lebih tahan lama dapat disimpan lebih lama tanpa mengurangi kualitasnya.
Bungkus Secara Individual untuk Perlindungan Tambahan
Dalam beberapa kondisi, membungkus kue satu per satu menjadi pilihan yang bijak. Pembungkusan individual menggunakan plastik atau kertas khusus dapat mencegah kue saling menempel atau rusak.
Langkah ini juga memudahkan saat penyajian, terutama jika kue akan dibagikan dalam jumlah banyak. Konsumen tidak perlu membuka seluruh kemasan untuk mengambil satu potong kue.
Selain itu, pembungkusan individual memberikan lapisan perlindungan tambahan dari udara dan potensi kontaminan. Untuk kue dengan isian lembap, cara ini membantu mencegah kelembapan menyebar ke kue lain dalam satu wadah.
Gunakan Sarung Tangan untuk Menjaga Higienitas
Aspek kebersihan tidak kalah penting dari teknik pengemasan. Sentuhan tangan langsung berpotensi menjadi sumber kontaminasi, terutama jika kue akan dijual.
Veni menekankan untuk selalu menggunakan sarung tangan ketika menyentuh kue. Hal ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi langsung dari tangan dan menjaga higienitas kue agar tetap aman dikonsumsi.
Penggunaan sarung tangan juga membantu menjaga kualitas rasa dan tekstur, karena kue tidak tercemar oleh minyak atau keringat dari tangan. Langkah sederhana ini menjadi bagian penting dalam standar kebersihan, khususnya bagi pelaku usaha kuliner.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, kue basah dapat tetap higienis, lezat, dan aman dikonsumsi. Pengemasan yang tepat bukan hanya menjaga tampilan, tetapi juga menjadi kunci mempertahankan cita rasa dan kualitas hingga sampai ke tangan konsumen.